Sekuritas Broker Saham Tutup Bangkrut Suspend (Bagaimana Investor)

Bagaimana jika sekuritas pialang saham ditutup, bangkrut, ditangguhkan atau dibubarkan? Apakah uang dan saham pelanggan aman? Bagaimana nasib investor nasabah? Berikut langkah-langkah dan tip untuk mengatasinya.

Penutupan, skorsing, penghentian sementara sejumlah Manajer Investasi, Reksa Dana, dan Asuransi yang terjadi belakangan ini menimbulkan pertanyaan bagaimana jika hal yang sama menimpa para pialang efek.

Selama ini menurut saya risiko investasi saham berasal dari harga saham yang fluktuatif. Dimana harga saham tidak sesuai ekspektasi dan menyebabkan kerugian.

Namun ada resiko lain yang belum saya perhitungkan yaitu sekuritas ditutup atau dibekukan atau dibubarkan.

Sepanjang akhir 2019 hingga 2020, saya membaca sejumlah lembaga keuangan, seperti asuransi, manajer investasi, dan reksa dana yang telah dibekukan oleh otoritas keuangan OJK.

Beberapa contoh:

  • Awal 2020, OJK telah mencabut izin usaha PT Recapital Sekuritas Recapital yang dilarang melakukan kegiatan sebagai Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek karena melanggar undang-undang pasar modal tahun 1995.
  • Sejak 20 April 2020, BEI menghentikan perdagangan (suspensi) OSO Sekuritas, setelah pihak sekuritas tidak memenuhi persyaratan minimum modal kerja bersih yang disesuaikan (MKBD).
  • Ada kekhawatiran tentang Phillip Sekuritas ketika keamanan ini dikaitkan dengan Perencana Keuangan Jouska yang bermasalah.
  • Nasib pemegang polis Asuransi Jiwasraya yang tidak mendapat hak untuk membayar karena perusahaan asuransi milik negara itu bermasalah dan diikutsertakan dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri RI karena kasus korupsi yang menimpa direksi lamanya.

Timbul pertanyaan yang sangat manusiawi menurut saya, bagaimana jika sekuritas yang saya investasikan di saham (amit-amit) Tutup. Bagaimana dengan saham saya dan uang di sekuritas, apakah akan tetap aman, dapat saya ambil atau tidak.

Saya mencari tahu bagaimana memperlakukan pelanggan jika pialang saham bermasalah.

Tata Kelola Transaksi Saham

Untuk mengetahui perlindungan nasabah dalam bertransaksi saham, saya perlu memahami regulasi dan tata kelola OJK (dulu Bapepam) yang mengatur perdagangan saham, khususnya mengenai pialang atau pialang efek dalam melakukan transaksi efek.

Sekuritas dan Perantara Pedagang Efek

Dalam peraturan OJK atau Bapepam disebut sebagai surat berharga, bukan saham, karena surat berharga tidak hanya mencakup saham tetapi instrumen lainnya. Kalau bicara sekuritas, artinya saham termasuk di dalamnya.

Pialang saham dalam regulasi tersebut disebut sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE).

Hal ini saya jelaskan agar Anda tidak bingung karena bahasa hukum, peraturan, seringkali berbeda dengan istilah sehari-hari di pasar modal, padahal esensinya sama.

Buka Rekening Efek

Pialang harus menandatangani kontrak pembukaan rekening Efek dengan klien. Transaksi saham Efek untuk rekening nasabah tidak dapat dilakukan sebelum pembukaan rekening Efek atas nama nasabah yang bersangkutan.

Jadi untuk melakukan transaksi jual beli saham, nasabah harus membuka rekening di broker yang ditandai dengan kontrak antara nasabah dengan broker.

Kontrak pembukaan rekening efek untuk transaksi saham termasuk klausul perlindungan konsumen. Klausul ini harus diperhatikan oleh pelanggan.

Sub-Rekening dan RDN

Seiring dengan pembukaan rekening efek, broker perantara pedagang efek diwajibkan untuk membuka Sub Rekening Efek di Kustodian (KSEI) dan membuka rekening dana (RDN) atas nama nasabah di bank untuk masing-masing nasabah.

Pialang juga diwajibkan menyediakan satu nomor identifikasi nasabah (Single Investor Identification) di KSEI kepada nasabah.

Dana Pelanggan

Dana milik nasabah harus disimpan secara terpisah di rekening bank masing-masing nasabah atas nama nasabah.

Disini fungsinya adalah RDN – Rekening Dana Nasabah – yang wajib dimiliki oleh setiap nasabah dan semua dana yang terkait dengan transaksi ditransfer melalui rekening ini.

Akun harus atas nama pelanggan dan bukan atas nama broker.

Saham Milik Pelanggan

Efek milik nasabah wajib disimpan tersendiri dalam Sub Rekening Efek di Kustodian atas nama nasabah.

Inilah peran KSEI, dimana setiap nasabah harus memiliki sub rekening di kustodian atas nama nasabah untuk menyimpan saham, dan harus terpisah dari rekening lain, baik dari broker maupun nasabah lain.

KSEI harus memberikan akses kepada nasabah untuk dapat sewaktu-waktu melihat posisi dan mutasi saham yang dimiliki nasabah di setiap sekuritas.

Prosedur Transaksi

Dalam kontrak antara nasabah dengan perantara pedagang efek wajib mencantumkan klausul bahwa:

  • Efek dan / atau dana pada rekening Efek nasabah dapat digunakan sebagai jaminan untuk penyelesaian kewajiban hanya untuk pelanggan yang bersangkutan melawan Broker-Dealer
  • Perantara Pedagang Efek berhak membeli atau meminjam Efek atau menjual Efek lain milik nasabah untuk rekening Efek nasabah, dengan tujuan: menutup saldo negatif Efek yang tidak dibiayai oleh Perantara Pedagang Efek atau tidak cukup dijamin oleh klien;
  • Dari segi dana menunjukkan keseimbangan negatif dalam rekening Efek reguler nasabah, Perantara Pedagang Efek dapat: (1) menggunakan Efek yang ada di rekening Efek nasabah sebagai jaminan kredit dari bank atau lembaga keuangan lain; atau (2) melakukan penjualan paksa Efek tanpa persetujuan nasabah.

Yang dimaksud dengan klausul di atas adalah sesuai kontrak, broker diperbolehkan untuk mengakses dan menggunakan sekuritas dan atau dana di RDN untuk menyelesaikan kewajiban nasabah tanpa persetujuan nasabah, hanya untuk menyelesaikan kewajiban pelanggan yang bersangkutan.

Itu sebabnya ketika nasabah tidak menyetorkan dana, broker bisa langsung menjual saham nasabah atau menarik dana dari RDN untuk pelunasan tanpa meminta izin nasabah lagi.

Buka Sub Rekening KSEI

Dalam hal sekuritas saham membuka rekening untuk dapat melakukan transaksi jual beli saham, salah satunya nasabah membuka sub rekening pada rekening efek di KSEI.

Pihak sekuritas yang akan mengatur pembukaan sub rekening untuk nasabah di KSEI yang ditandai dengan pemberian SID – Single Investor Identification (SID) dari KSEI.

Disebut "sub" karena rekening investor di KSEI menjadi bagian dari rekening efek.

Dengan nasabah yang memiliki rekening efek, maka proses penyelesaian transaksi pembelian saham dilakukan dengan cara pemindahbukuan antar rekening di KSEI, melalui Kustodian Sentral dan Book Entry Settlement System (C-BEST).

Bagaimana cara investor memantau status dan mutasi efek di KSEI?

Akses KSEI

AKSes KSEI
AKSes KSEI

KSEI telah membuat sistem bernama "AKSes", dimana nasabah dapat memantau posisi dan mutasi Efeknya yang disimpan di Sub Rekening Efek.

Manfaat Fasilitas AKSes KSEI bagi investor adalah sebagai berikut:

  1. Investor bisa mengakses data kepemilikan Efek dan mutasinya secara real time dalam Sub Rekening Efek yang disimpan di sistem KSEI (C-BEST) sampai dengan 30 hari terakhir.
  2. Mempermudah investor mengkonsolidasikan laporan portofolio lain miliknya tersebar di beberapa Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.
  3. Menumbuhkan kepercayaan dan rasa aman bagi investor berinvestasi di pasar modal dengan membuka Sub Rekening Efek yang dapat dimonitor langsung oleh pemodal sendiri.

Cara Mendaftar untuk Akses

Setelah memperoleh nomor SID efek, investor dapat langsung melakukan registrasi di AkSes dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Buka Situs AKSes https://akses.ksei.co.id/ dan klik tautan & # 39; Daftar & # 39; tombol yang terletak di kanan atas layar. Pilih jenis pendaftaran: Perorangan Lokal.

Isi data pada kolom berikut:

  1. Nama lengkap: masukkan nama lengkap Anda seperti yang tertera di KTP
  2. NIK: masuk nomor ID atau nomor KTP Anda
  3. Nomor handphone: masukkan nomor ponsel aktif Anda. Nomor ini digunakan untuk menerima kode OTP (kata sandi satu kali) untuk memverifikasi akun Anda.
  4. Surel: masukkan alamat email aktif Anda. Alamat email ini akan digunakan untuk memverifikasi akun Anda dan menjadi Nama Pengguna Anda untuk masuk atau membuat pengaturan terkait dengan akun Anda. Khusus untuk Investor perorangan lokal, alamat email yang dimasukkan harus sama dengan alamat email yang terdaftar melalui Perusahaan Efek (perantara) atau Manajer Investasi Anda.
  5. Setelah data terisi, klik & # 39; Next & # 39; untuk melanjutkan pembuatan akun.
  6. Klik & # 39;Pengaktifan& # 39; Untuk mengaktifkan akun Anda.
  7. Tautan (tautan) untuk verifikasi akun dikirim ke email.
  8. Klik link (link) Pengaktifan melalui email dari [email protected]
  9. Setelah tautan diklik, jendela browser baru terbuka yang akan segera menampilkan halaman untuk tentukan kata sandi akun Anda. Tentukan kata sandi akun di kolom yang tersedia. Kata sandi harus terdiri dari minimal 8 (delapan) digit dan harus mengandung huruf kecil, huruf besar, angka, dan karakter khusus.
  10. Klik & # 39;Aktifkan Akun Saya& # 39; Untuk mulai mengaktifkan akun.
  11. Akun AKSes Anda sudah aktif.

Portofolio Saham Monitoring AKSes

Setelah memiliki akun AkSes, investor dapat memantau status portofolio sahamnya sendiri dan melakukan pengecekan silang dengan data dari sekuritas.

Fitur-fitur di AkSes dapat melihat berikut ini:

  • Saldo Efek, adalah saldo kepemilikan efek ekuitas – termasuk saham (ekuitas), waran dan hak – yang disimpan di perusahaan sekuritas (broker) atau bank kustodian Anda masing-masing.
  • Saldo kas per bank, adalah saldo kepemilikan dana yang disimpan di masing-masing Bank RDN (Rekening Dana Nasabah).
  • Saldo Reksa Dana per Manajer Investasi, adalah saldo kepemilikan Unit Penyertaan Reksa Dana yang dikelola di masing-masing Manajer Investasi (MI) Anda.
  • Bagikan Rincian Kepemilikan: Tanggal kepemilikan, rincian kepemilikan saham per rekening, total investasi: menampilkan total nilai nominal Efek dan kepemilikan dana dalam rupiah
  • Taksiran Untung / Rugi: menampilkan perkiraan kalkulasi untung / rugi berdasarkan data yang dimasukkan oleh pengguna di fitur Kalkulator Investasi.
  • Detail Saldo dan Pergerakan Harga, dapat melihat saldo kepemilikan secara detail untuk setiap saham, serta data historis pergerakan harga saham tersebut.
  • Permintaan Efek / Mutasi Dana, dapat melihat mutasi saham dan dana di setiap rekening efek di masing-masing broker
  • Aksi KorporasiUntuk setiap saham yang dimiliki pelanggan, ia bisa melihat aksi korporasi, seperti pembagian dividen.

Dengan AKSes, nasabah dapat melihat total nilai investasi di pasar modal yaitu saham, reksa dana, obligasi setiap harinya.

Rincian saham yang dimiliki pelanggan di setiap broker dapat dilihat dan dicek silang apakah sesuai dengan laporan yang diterima dari broker.

Begitu juga dengan saldo uang di RDN di masing-masing bank.

Pergerakan saham juga dilaporkan sehingga nasabah dapat melihat perubahan kepemilikan saham dan saldo RDN.

Perlindungan Konsumen dan KSEI

Bagaimana jika efek ditutup, dibubarkan atau dibekukan oleh OJK?

Sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK, saham dan dana nasabah disimpan dalam rekening tersendiri. Klausul ini ada dalam kontrak pembukaan rekening efek antara klien dan broker.

Karena akun klien terpisah dari akun pialang, menutup pialang seharusnya tidak menyebabkan klien kehilangan uang dan saham. Uang dan saham disimpan dalam kepemilikan pelanggan.

Untuk memastikan uang dan saham disimpan terpisah dari rekening perantara pedagang efek, nasabah harus melakukan pengecekan secara berkala di KSEI Access.

Tujuan pemeriksaan Akses KSEI adalah:

  1. Pastikan bahwa laporan broker kepada nasabah sesuai data di KSEI sebagai kustodian. Jika ada perbedaan, pelanggan bisa langsung menindaklanjutinya.
  2. Melindungi pelanggan dari insiden penutupan atau penangguhan sekuritas atau broker, karena uang dan saham disimpan terpisah sebagaimana tercermin dalam laporan KSEI.

Dengan adanya penyetoran tersendiri di KSEI pada rekening atas nama nasabah, nasabah dapat dengan mudah meminta transfer efek, jika merasa keamanan yang ada saat ini tidak sesuai.

Bagaimana Jika Kustodian KSEI Gagal

Meskipun dari uraian di atas mekanisme perlindungan konsumen telah dirancang sedemikian rupa agar saham nasabah terlindungi, dengan kewajiban menyimpannya di KSEI pada rekening tersendiri, selalu ada kemungkinan ada pihak yang melakukan penipuan sehingga bahwa dana dan saham nasabah tidak dapat diambil dari Kustodian (KSEI).

Menghadapi kemungkinan tersebut, peraturan tersebut mengatur bahwa setiap aset investor dilindungi dengan pembentukan Dana Perlindungan Investor oleh Dana Perlindungan Investor Sekuritas Indonesia (SIPF).

SIPF Indonesia adalah perusahaan yang menyelenggarakan program Dana Perlindungan Investor, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kriteria Perlindungan

Penyelenggara Dana Perlindungan Investor melakukan aktivitas untuk menangani klaim Investor yang kehilangan nasabah dengan kondisi sebagai berikut:

  1. Ada hilangnya Aset Investor
  2. Pemelihara tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan Aset Investor yang hilang
  3. Untuk Kustodian berupa Perantara Pedagang Efek yang mengadministrasikan Efek disebutkan tidak dapat melanjutkan aktivitas bisnisnya dan dipertimbangkan izin usahanya dicabut oleh OJK; atau
  4. Untuk Bank Kustodian disebutkan tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya sebagai Bank Kustodian dan persetujuan Bank Umum sebagai Kustodian dianggap telah dicabut oleh OJK.

Berapa banyak yang dicakup oleh SIPF?

Perlindungan Maksimal

Dalam brosurnya, SIPF menjelaskan bahwa SIPF Indonesia akan mengganti aset yang hilang maksimal Rp 100 juta per investor dan Rp 50 miliar per kustodian.

Pengalaman Setelmen Efek Tutup

Belajar dari pengalaman penutupan efek yang terjadi pada awal tahun 2020, OJK memberikan arahan kepada nasabah.

Awal 2020, OJK mencabut izin usaha Recapital Sekuritas sehingga surat berharga tersebut tidak dapat melakukan kegiatan perdagangan saham. Praktis, nasabah sekuritas tersebut tidak dapat melakukan transaksi saham.

Dalam pengumuman resminya (4/2/2020), OJK mendesak nasabah Recapital Sekuritas untuk melakukan pemindahbukuan efek dengan mengajukan klaim kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT KSEI).

Recapital Sekuritas telah mengalihkan administrasi kepemilikan saham nasabah kepada PT KSEI sesuai dengan perjanjian pengalihan Administrasi Rekening Efek.

Selain di PT KSEI, transfer dana ke rekening dana nasabah (RDN) dapat dilakukan di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, kantor cabang BEI, PT Bank Central Asia Tbk, cabang Menara BCA, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk cabang Sudirman. .

Tips Aman Bertransaksi Efek

Pemantauan AKSes KSEI
Pemantauan AKSes KSEI

Dari penelusuran tersebut, menurut saya, ada beberapa hal yang harus dilakukan investor saham untuk memastikan saham dan uangnya aman di sekuritas.

Memiliki SID di KSEI

Setiap nasabah yang akan membeli dan menjual saham wajib memiliki SID – Single Investor Identification. Sesuai surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor S-134 / PM.21 / 2015, setiap investor yang menanamkan modalnya di produk pasar modal wajib memiliki satu nomor SID.

SID ibarat nomor KTP untuk berinvestasi di pasar modal. SID ini diterbitkan oleh KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia).

Dengan SID, jika sekuritas bermasalah, nasabah bisa dengan mudah mengalihkan saham ke sekuritas lain. Menggunakan SID sebagai identifikasi.

Jika akan membeli dan menjual saham, perusahaan tidak menyediakan SID, sehingga nasabah harus curiga. Tanpa SID, nasabah tidak terdaftar di KSEI.

Pendaftaran SID dilakukan bersamaan dengan proses pembukaan rekening saham di surat berharga.

Daftar AKSes KSEI

Semua kepemilikan saham kami, sesuai ketentuan, harus dicatat di sub rekening terpisah dari rekening perantara, sehingga jika pialang bermasalah, saham dan uang nasabah aman.

Untuk mengetahui dan memantau apakah saham dan uang disimpan terpisah oleh broker, nasabah harus melakukan registrasi AKSes di KSEI. Jadi Anda bisa melihat saldo dan mutasi saham dan uang yang dimiliki pelanggan.

Dari pengalaman sekuritas yang ditutup oleh OJK, proses penyelesaiannya melalui KSEI dengan memindahkan rekeningnya ke sekuritas lain. Bisa dipantau jika Anda memiliki AKSes KSEI.

Baca Perjanjian Rekening Efek

Saat membuka rekening efek di sekuritas, klien harus menandatangani perjanjian pembukaan rekening. Perjanjian tersebut mengatur aspek perlindungan pelanggan.

Kami merekomendasikan agar pelanggan membaca perjanjian tersebut. Untuk mengetahui bagaimana dan bagaimana melindungi pelanggan.

Buka Rekening di Sekuritas Resmi

Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki daftar efek yang dilisensikan secara resmi oleh OJK untuk dapat membeli dan menjual saham. Sekuritas resmi harus memenuhi ketentuan dan diawasi secara ketat oleh OJK dan BEI.

Pastikan untuk membeli dan menjual saham melalui sekuritas resmi. Keamanan lebih terjamin bagi pelanggan.

Pantau Efek MKBD

Salah satu indikator kesehatan suatu keamanan adalah besarnya modal. Modal sekuritas disebut sebagai MKBD.

BEI menyediakan data MKBD setiap hari dan pelanggan dapat mengeceknya di website BEI. Pastikan nilai MKBD di atas ketentuan minimum dari BEI

Diversifikasi

Prinsip investasi untuk mengelola risiko adalah diversifikasi. Prinsip yang sama berlaku untuk sekuritas.

Buka rekening di beberapa sekuritas untuk diselesaikan jika salah satu sekuritas menghadapi masalah. Tidak terkonsentrasi hanya pada satu keamanan.

Efek Pindah

Jangan ragu untuk beralih sekuritas jika Anda merasa perlu. Lebih baik berhati-hati daripada jika masalah muncul kemudian.

Proses pemindahan sekuritas kini mudah dan murah. Keberadaan KSEI membuat transfer menjadi cepat.

Kesimpulan

Risiko saham tidak hanya dari fluktuasi harga di pasar tetapi juga saat sekuritas ditutup atau ditangguhkan. Jika sekuritas ditutup, praktis nasabah tidak bisa melakukan transaksi saham dan menarik uang di rekening sekuritas.

Beberapa hal perlu diperhatikan nasabah, seperti memiliki nomor SID, daftar AKSes KSEI, pemilihan efek bermodal kuat, untuk berjaga-jaga jika sekuritas yang dipilih tidak tutup dan jika ditutup sudah memiliki sekuritas. mitigasi.

Posting Stock Brokerage Securities Tutup Kebangkrutan Suspend (Bagaimana Investor) muncul pertama kali di Duwitmu.com.