penghasilan tidak kena pajak

var id = "caff774d2245629093e0ba12f43fd642197e4842";

Pernahkah Anda mendengar tentang penghasilan tidak kena pajak atau mungkin Anda cukup rutin memberikan pajak penghasilan? Sebenarnya apa itu pajak penghasilan, apakah ada jenis penghasilan yang tidak kena pajak?

Pajak penghasilan

Pajak merupakan bagian dari hak dan kewajiban setiap warga negara. Ada beberapa jenis pajak yang kita kenal saat ini, seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), dan Pajak Materai (BM). Saat ini pajak penghasilan di Indonesia ditentukan berdasarkan penghasilan tahunan yang diperoleh orang tersebut dengan skema sebagai berikut.

  1. Pajak 5% diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki penghasilan tahunan hingga 50 juta rupiah.
  2. Pajak 15% diperuntukkan bagi mereka yang berpenghasilan lebih dari 50 juta hingga 250 juta rupiah.
  3. Pajak 25% diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan 250 juta hingga 500 juta rupiah per tahun.
  4. Pajak 30% diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan lebih dari 500 juta rupiah per tahun.

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Jenis Penghasilan Tidak Kena Pajak 3

Jika Anda sudah sedikit memahami tentang pajak penghasilan dan besaran pajak yang dikenakan, maka ada jenis penghasilan yang tidak kena pajak atau sering disebut dengan PTKP. Apakah PTKP itu? Mengapa PTKP ada dan bagaimana mekanisme PTKP?

Penghasilan tidak Kena Pajak (PTKP) merupakan salah satu jenis komponen yang keberadaannya cukup penting dalam penghitungan pajak penghasilan. Jika ingin menghitung pajak penghasilan, maka PTKP digunakan sebagai salah satu jenis komponen yang bertujuan untuk mengurangi penghasilan bruto yang diperoleh wajib pajak. Berdasarkan pemotongan ini, Anda akan mendapatkan berapa banyak pajak penghasilan yang harus Anda bayarkan.

Tujuan diadakannya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah untuk melindungi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Sebenarnya pungutan pajak penghasilan didasarkan pada penghasilan kena pajak. Jika dilihat lagi, jika seseorang memiliki penghasilan yang lebih besar, tentunya semakin besar pula pajak yang harus dia bayarkan. Pemerintah Indonesia sedang dalam proses pemungutan pajak mengikuti kebijakan progresif.

Jika ingin mengetahui besarnya Penghasilan Kena Pajak (PKP), Anda harus mengurangi penghasilan bruto yang Anda miliki terlebih dahulu. Salah satu komponen yang ada untuk menurunkan penghasilan kena pajak (PKP) adalah penghasilan tidak kena pajak (PTKP).

Berapa jumlah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Jenis Penghasilan Tidak Kena Pajak 4

Padahal, besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) bukan angka yang baku karena bisa saja turun atau bahkan naik tergantung indeks biaya hidup dan upah minimum saat itu. Selain itu, inflasi juga cukup berpengaruh dengan mempertimbangkan besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Namun berdasarkan peraturan yang dikeluarkan Menteri Keuangan tentang penyesuaian Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP), tarif Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) saat ini adalah:

  1. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) untuk orang pribadi wajib bagi orang perseorangan sebesar 54 juta rupiah.
  2. Tambahan penghasilan tidak kena pajak bagi wajib pajak yang sudah menikah adalah 4,5 juta rupiah.
  3. Tambahan penghasilan tidak kena pajak (PTKP) bagi istri yang memiliki suami dan penghasilan gabungannya adalah 54 juta rupiah.
  4. Tambahan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) diberikan kepada setiap anggota keluarga yang memiliki hubungan darah atau keturunan dengan anak angkat dan ditanggung penuh yaitu 4,5 juta dengan jumlah tanggungan maksimal 3 orang

Jika masih bingung, ada beberapa contoh mudah penerapan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) saat ini. Misalnya Bapak Rahman tahun 2019 dengan status sudah menikah dan mempunyai anak 1 kemudian pada tahun 2020 pada bulan Februari istrinya melahirkan seorang anak laki-laki sehingga saat ini ia mempunyai dua orang putra.

Jadi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) tahun 2020 adalah status perkawinan dengan anak 1. Penerapan ketentuan dalam Penghasilan tidak Kena Pajak (PTKP) ditentukan pada awal tahun pajak atau pada awal tahun pajak.