Cara Analisa Fundamental Saham Bank BBCA BBRI BBNI BMRI

Saham perbankan adalah sektor saham favorit saya dan sejauh ini telah memberikan kinerja harga yang mengesankan dan merupakan salah satu sektor dengan kapitalisasi terbesar di BEI. Bagaimana Anda memilih saham perbankan, apa analisis fundamental yang perlu dilihat?

Tentu, saya memilih saham bank. Saya memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman kerja di industri perbankan.

Prinsip saya ketika saya mulai berinvestasi di saham adalah memilih sektor yang benar-benar saya kenal. Tidak mengerti di dalam dan di luar industri.

Untungnya, seiring berjalannya waktu, saya melihat saham sektor perbankan termasuk yang paling monumental di BEI. Memberikan kenaikan harga saham yang konsisten dalam 10 sampai 15 tahun terakhir.

Apa yang menarik dari sektor ini dan bagaimana menganalisis saham perbankan?

Apa faktor analisis fundamental yang perlu Anda perhatikan untuk menemukan saham bank terbaik.

Model Bisnis Bank

Analisis Saham Bank
Analisis Saham Bank

Hal pertama yang perlu kita pahami adalah bagaimana model bisnis bank tersebut. Bagaimana bank bisa mendapat untung.

Jika Anda membuka neraca bank, Anda dapat melihat dua komponen utama dalam aset dan kewajiban, yaitu:

  • Aset bank sebagian besar terdiri dari kredit atau pinjaman
  • Kewajiban sebagian besar terdiri dari deposito atau dana pihak ketiga.

Bank menerima dana dari masyarakat, dicatat sebagai kewajiban, dan menyalurkan dana tersebut sebagai pinjaman kepada kreditor yang merupakan aset bank.

Bank mengambil selisih atau keuntungan antara selisih antara bunga kredit dan biaya dana. Bunga pinjaman lebih tinggi dari bunga tabungan, selisihnya merupakan sumber keuntungan bank.

Laporan keuangan bank akan mencatat pendapatan utama, baris teratas pendapatan bunga bersih, selisih antara bunga pinjaman dan bunga deposito.

Selain itu, bank juga mendapatkan pendapatan lain seperti fee, namun jumlahnya relatif kecil dibandingkan dengan penyaluran kredit.

Jadi, kunci bisnis bank untuk bisa untung adalah:

  • Punya dana murah masyarakat dalam jumlah besar dengan biaya yang kecil.
  • Penyaluran pinjaman kredit dan memastikan peminjam melunasi kredit untuk mendapatkan bunga.

Apakah bank membutuhkan modal besar?

Ya ya atau tidak

Jika melihat ketentuan Bank Indonesia, modal minimum bank adalah Rp 100 miliar. Jumlahnya tidak sedikit.

Sesuai dengan model bisnis bank, aset perbankan dapat berkembang dengan menarik dana dari masyarakat yang masuk sebagai dana pihak ketiga pada tabungan dan deposito, yang kemudian disalurkan oleh bank sebagai kredit.

Peraturan Bank Indonesia menyebutkan bahwa untuk setiap nilai aset, bank harus menyediakan modal minimal 8% yang disebut CAR.

Jadi, jika sebuah bank terus berkembang, maka modalnya juga harus bertambah.

Sudah banyak bank di Indonesia, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Apakah prospek bisnis perbankan masih bagus? Bukankah persaingan semakin tajam.

Mengapa Sektor Perbankan Menarik

Walaupun persaingan perbankan terlihat ketat, namun pasar perbankan di Indonesia masih sangat besar, hal ini terlihat dari 2 indikator:

  1. Penetrasi Perbankan Rendah
  2. Penyebaran Bunga Bersih Tinggi
  3. Pasar Oligopoli

Penetrasi Perbankan Rendah

Perbankan di Indonesia baru menjangkau 36% populasi. Lebih rendah dari negara tetangga, seperti Malaysia 96% dan Thailand 78%.

Dengan penetrasi yang rendah dan jumlah penduduk yang besar, Indonesia sangat menarik untuk pasar perbankan. Itu sebabnya gelombang akuisisi asing ke perbankan di Indonesia masih terus berlangsung.

Pasarnya masih besar. Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses ke bank.

Spread Bunga Tinggi

Selisih antara suku bunga simpan pinjam di bank-bank Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia, dengan rata-rata 4,9%. Sedangkan negara-negara di ASEAN memiliki spread rata-rata 1% – 2%.

Selisih yang tinggi menunjukkan tingkat keuntungan yang dinikmati bank dalam memberikan pinjaman kredit kepada peminjam.

Pasar Oligopoli

Pasar perbankan di Indonesia hanya dikuasai oleh beberapa bank. Pangsa pasar 10 bank terbesar mencapai 70% – 80%.

Keuntungan bagi bank-bank besar yang sudah menguasai pasar. Pasar seperti itu disebut pasar oligopoli.

Tidak mudah untuk memasuki pasar semacam ini, hambatan masuknya tinggi. Ada aspek permodalan, regulasi, persaingan dan teknologi.

Tidak mudah untuk memasuki pasar perbankan, salah satunya adalah permintaan modal. Sesuai ketentuan Bank Indonesia, peningkatan aset harus diikuti dengan peningkatan modal minimal 8% dari aset.

Fundamental Saham Perbankan

Bagaimana cara menganalisis saham perbankan? Indikator apa yang perlu dilihat dan dianalisis oleh investor dengan cermat?

Pertumbuhan Kredit

Kredit adalah jantung bisnis perbankan. Sekitar 90% kegiatan usaha bank di Indonesia bertumpu pada penyaluran kredit – terlihat dari sisi aset neraca bank yang mayoritas berupa kredit.

Jika tidak dikredit, bank tidak bisa untung. Pendapatan bunga berasal dari pinjaman.

Oleh karena itu, indikator utama bisnis bank adalah pertumbuhan kredit. Seberapa tinggi tingkat pertumbuhan kredit dari waktu ke waktu.

Apakah pertumbuhannya konsisten dari tahun ke tahun. Apakah lebih baik atau lebih buruk dari pertumbuhan industri perbankan.

Jika pertumbuhannya melambat atau bahkan minus, kita perlu mencari penyebabnya. Kemungkinannya adalah:

  • Kualitas kredit menurun Akibat peningkatan default, default dan NPL, bank harus mengerem suku bunga kredit untuk memastikan kredit disalurkan secara sehat.
  • Dana atau Pendanaan Pihak Ketiga Membiayai kredit saja tidak mencukupi sehingga jika suku bunga kredit terus dinaikkan akan membahayakan bank.

Selain pertumbuhan, komposisi penyaluran kredit menjadi penting dalam menilai jenis segmen penyaluran kredit.

Ketergantungan pada penyaluran kredit di segmen tertentu saja akan membahayakan bank. Ada risiko konsentrasi portofolio jika segmen andalan bermasalah.

Pendanaan LDR

Kredit yang merupakan jantung dari perbankan akan tumbuh jika didukung dengan pendanaan yang cukup. Tanpa tabungan masyarakat, dana pihak ketiga, bank tidak punya uang untuk menyalurkan pinjaman.

Ingat modal bank hanya 8% dari asetnya. Tidak mungkin bank tumbuh tanpa suplai tabungan dari masyarakat.

Untuk mengukur ketersediaan pendanaan, indikatornya adalah Loan Deposit Ratio (LDR) – bandingkan kredit dengan simpanan.

Nilai LDR yang mendekati 100% akan berbahaya. Artinya, hampir semua dana pihak ketiga telah digunakan untuk penyaluran kredit.

Bahayanya adalah:

  • Bank tidak dapat mendistribusikan kredit lagi. Pertumbuhan kredit macet.
  • Ada risiko dalam kasus penarikan dana pihak ketiga secara masif.

LDR yang rendah juga tidak bagus. Artinya, pertumbuhan kredit bank relatif melambat dibandingkan tabungan, sedangkan bank harus terus membayar bunga tabungan.

Yang bagus adalah LDR bisa dipertahankan di bawah 90% tetapi pertumbuhan kredit tetap tinggi. Menunjukkan bahwa bank mampu mengumpulkan dana pihak ketiga yang cukup untuk mengimbangi kenaikan kredit.

Margin Bunga Bersih

Bisakah bank mendapatkan margin yang menguntungkan dari pinjaman?

Tentu saja, margin itu penting, jika tidak bank akan rugi.

Untuk bisa menghasilkan keuntungan, bunga kredit harus lebih besar dari bunga tabungan.

Untuk mengukur margin bunga, kita melihat NIM (Net Interest Margin) – perbedaan antara bunga pinjaman dan bunga deposito (biaya dana).

Bank yang dapat menjaga NIM tetap stabil akan mampu menghasilkan laba yang konsisten. Sebaliknya, jika NIM turun, bank dipastikan akan mengalami penurunan laba.

Tren penurunan NIM pada bank-bank besar di Indonesia. Hal ini sejalan dengan tekanan bank untuk memberikan suku bunga kredit yang lebih rendah, sementara persaingan likuiditas untuk menarik simpanan semakin ketat.

NPL

Bank harus dapat memastikan bahwa pinjaman yang diberikan dibayar oleh peminjam. Jika pinjaman gagal dibayar, itu menjadi kerugian bagi bank.

Indikator kualitas kredit tersebut adalah Non Performing Loan atau NPL yang terlambat lebih dari 90 hari sejak jatuh tempo.

Mengapa 90 hari?

Debitur yang menunggak selama 3 bulan mengindikasikan kemungkinan pembayaran kembali semakin kecil. Selama 3 bulan bank telah melakukan berbagai upaya penagihan, namun debitur tetap tidak membayar tagihannya.

NPL menunjukkan kesehatan portofolio kredit. Semakin tinggi semakin buruk dan sebaliknya.

Limit Bank Indonesia adalah NPL maks 5%.

Cadangan (Penyediaan)

NPL memiliki kelemahan.

NPL merupakan lagging indicator karena kredit masuk NPL setelah terlambat 90 hari. Jika terjadi masalah pada Februari dan Maret 2020, maka kredit tersebut tidak akan muncul dalam NPL pada triwulan pertama tahun tersebut karena belum terlambat 90 hari.

Misalnya, ketika pandemi melanda Indonesia pada Maret 2020, dampaknya belum tercermin pada angka NPL. Padahal, kita semua tahu bahwa pada saat itu bank sangat terpengaruh oleh debitur yang gagal bayar.

Untuk melihat kondisi kinerja kredit saat ini, misalnya mengukur dampak Covid-19, kita perlu melihat tingkat cadangan (provisi) yang ditetapkan oleh bank.

Bank Indonesia menetapkan bank harus membuat cadangan atau istilah “CKPN”, untuk pinjaman yang diperkirakan gagal bayar.

Misalnya, jika bank memberikan total kredit 100, bank membuat prediksi dari 100 berapa yang akan gagal bayar. Misalkan 1%, bank menciptakan cadangan 1 (hasil 100 × 1%).

Berdasarkan data historis dan penilaian internal, bank membuat estimasi penyisihan (provisi) yang akan dibukukan sebagai kerugian. Nantinya, saat pinjaman benar-benar gagal lunas, bank akan menggunakan cadangannya untuk menghapus buku pinjaman default dari aset bank.

Dengan kata lain, indikasi pinjaman akan macet dalam jumlah banyak adalah peningkatan nilai provisi. Peningkatan nilai pencadangan merupakan indikator ke depan dari kesulitan dan kualitas kredit di masa depan.

Dalam Perhatian Khusus

Yang dimaksud NPL adalah pinjaman yang menunggak selama 90 hari karena bank menganggap kredit yang menunggak lebih dari 90 hari, kemungkinan pemulihannya kecil, sehingga dianggap sebagai kredit macet.

Dalam kondisi normal, debitur menunggak di bawah 90 hari untuk pemulihan bank.

Namun dalam situasi krisis, kemungkinan nasabah yang menunggak di bawah 90 hari untuk melanjutkan hingga 90 hari cukup tinggi.

Oleh karena itu, perlu dicermati pergerakan pinjaman yang jatuh tempo di bawah 90 hari sebagai indikasi apakah terdapat masalah pada portofolio kredit sejak dini.

Indikator tunggakan di bawah 90 hari adalah kredit dengan perhatian khusus.

Tren portofolio yang termasuk dalam special mention harus menjadi perhatian. Apakah itu meningkat atau stabil.

Modal

Modal merupakan aspek penting dalam perbankan. Modal menunjukkan kemampuan bank dalam menghadapi gejolak dan tekanan ekonomi.

Modal ibarat bantalan atau bumper menghadapi dampak krisis ekonomi. Semakin tinggi permodalan bank, maka akan semakin kuat untuk menghadapinya.

Itu sebabnya, saat terjadi krisis, regulator akan meminta tambahan modal bank kepada pemegang saham untuk memperkuat struktur permodalan.

Cara mengukur kekuatan modal adalah dengan melihat tingkat CAR – Capital Adequacy Ratio (CAR) atau Capital Adequacy Ratio.

CAR (Capital Adequacy Ratio) menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan dana yang digunakan untuk mengatasi kemungkinan risiko kerugian. Rasio ini penting untuk melindungi nasabah dan menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.

Berapa besar modal yang harus disediakan bank tergantung dari jumlah asetnya. CAR adalah rasio modal terhadap aset.

Bank Indonesia menetapkan CAR minimal 8%. Jika asetnya 100, maka modalnya adalah 8% x 100, yaitu 8.

Aset tersebut dihitung sebagai aset tertimbang menurut risiko. Artinya untuk perhitungan modal, nilai aset dihitung berdasarkan bobot risikonya.

ROE dan ROA

Apakah investasi di bank menguntungkan bagi pemegang saham?

Indikator yang digunakan adalah Return on Equity, yaitu laba dibandingkan ekuitas, berapa persentase bank yang dapat menghasilkan return atau keuntungan dibandingkan ekuitas yang diinvestasikan pemegang saham di perusahaan.

Dalam industri perbankan selain ROE, indikator lainnya adalah ROA – Return on Asset – profit dibandingkan dengan aset, yang lebih banyak digunakan dan lebih aplikatif karena sifat dari bisnis perbankan yang banyak menggunakan dana masyarakat.

Kedua indikator ini, terutama ROA, merupakan metrik terpenting bagi investor saham untuk mengukur kinerja saham. Tentukan kelayakan membeli atau menjual saham bank.

Bagaimana Menilai Saham Bank

Bagaimana menilai harga saham bank mahal atau murah? Saham mana yang layak dibeli, mana yang layak dijual?

Yang jelas menilai valuasi saham tidak didasarkan pada nilai absolut harga saham yang lebih mahal atau lebih murah.

Bukannya harga saham BRI lebih rendah dari harga saham BNI, valuasi BRI lebih rendah. Tidak semuanya.

Penilaian paling dasar menggunakan analisis rasio.

Salah satu metode yang paling umum digunakan adalah dengan menggunakan PBV atau Price Book Value.

PBV adalah perbandingan harga saham dengan nilai buku perusahaan. Mudah dihitung dan mudah ditemukan dalam laporan analisis saham di sekuritas.

Membandingkan

Membandingkan PBV saham satu bank dengan saham bank lain.

Namun perlu hati-hati membandingkannya karena saham bank yang bagus biasanya memiliki PBV tinggi, sedangkan bank dengan PBV rendah biasanya tidak memiliki kualitas kinerja sebaik saham bank dengan PBV tinggi.

Kecenderungan

Tren PBV saham bank itu sendiri dari waktu ke waktu.

Dari trend tersebut kita dapat mengetahui range normal PBV saham bank pada level berapa dan jika PBV diluar range tersebut dapat menjadi indikasi apakah harga saham tersebut sudah murah (time to buy) atau harga mahal (waktu untuk menjual).

4 Bank Teratas di Indonesia

Di Indonesia, saham perbankan difokuskan pada empat bank besar yaitu BCA, BRI, Mandiri dan BNI. Keempatnya merupakan pemimpin pasar perbankan di Indonesia.

Dari segi kekuatan modal dan pangsa pasar, keempat bank ini sudah tidak diragukan lagi. Semuanya bermodal jumbo dan menjadi leader di segmennya masing-masing.

Manakah saham bank terbaik?

BBCA

BCA tidak hanya merupakan bank saham terbesar tetapi juga saham dengan kapitalisasi terbesar di BEI.

Namun, harga saham BCA memang sudah sangat premium, terukur dengan PBV yang mencapai kisaran 4x. Saham di tiga bank besar lainnya memiliki PBV di bawah 3.

Jadi, saham BCA adalah saham bank dengan valuasi harga tinggi. Ingat: bukan karena harga sahamnya mahal tapi karena valuasinya mahal.

Mengapa valuasi saham BCA begitu premium?

Hal tersebut tidak lepas dari kinerja mereka yang secara konsisten baik dan lebih baik dari kinerja bank lain.

Keunggulan BCA yang paling menonjol adalah memiliki ROA tertinggi di antara yang lain. ROA yang tinggi menandakan bahwa bank ini paling efisien dalam mengelola asetnya, menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham.

ROA yang tinggi karena BCA merupakan bank dengan cost of fund yang rendah – berkat suku bunga BCA yang super kecil, padahal BCAA tidak pernah kekurangan likuiditas (LDR-nya paling rendah di antara bank lain).

Di BCA, nasabah rajin menabung di sana meski dibayar dengan bunga yang kecil. Kondisi yang diimpikan banyak bankir.

Kualitas kredit BCA juga yang terbaik di antara yang lain, tercermin dari NPL yang secara konsisten rendah meskipun pertumbuhan kredit berada di atas rata-rata nasional.

BBRI

BRI merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal profitabilitas. Laba BRI mencapai Rp 30+ Triliun di 2019.

BRI berhasil menggeser posisi Bank Mandiri yang selama ini dikenal sebagai bank terbesar di Indonesia.

Kekuatan BRI adalah segmentasi pasar mikro yang menjadi fokus dan keahlian bank selama puluhan tahun.

Bisa dikatakan saat ini BRI tidak memiliki persaingan yang signifikan di segmen mikro. Seluruh kompetitornya yang tergoda masuk mikro, kini mundur secara berkala, mengakui keunggulan BRI di segmen ini.

Keunggulan BRI di segmen mikro adalah (a) margin tertinggi, NIM BRI termasuk tertinggi; (2) pasar sangat luas, masih banyak peluang yang belum tergali di pasar mikro.

Kalau dilihat dari ROA BRI memang tidak sebagus BCA, padahal dari sisi aset dan profit BRI lebih tinggi. BRI tidak seefisien BCA dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham.

Mungkin karena ROA yang lebih rendah, BRI tidak bisa membukukan valuasi setinggi BCA.

Secara valuasi, PBV BRI berada di bawah BCA. PBV BRI secara historis 2x hingga 2,5x. Sekarang di Sept-2020 BRI PBV 2.16x.

Pasar tampaknya masih menempatkan kinerja BRI di bawah BCA, mengacu pada valuasi PBV.

BMRI

Bank Mandiri (BMRI) pernah menjadi bank terbesar di Indonesia, namun kini posisi BRI telah bergeser.

Keunggulan Mandiri adalah bank memiliki portofolio kredit di berbagai sektor, mulai dari konsumsi, UKM, UMKM hingga korporasi. Dengan portofolio pinjaman yang terdiversifikasi secara luas, bank ini tahan terhadap guncangan.

Selain itu, Mandiri memiliki berbagai anak perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, mulai dari asuransi, sekuritas hingga leasing. Konglomerasi keuangan di Mandiri ini mempermudah proses kolaborasi dan aliansi, terutama untuk dapat melakukan cross-selling produk dan pelanggan.

Dari sisi valuasi saham, Mandiri lebih murah dibandingkan BCA dan BRI. Mandiri PBV sebesar 1,43x per awal Sept-2020.

Berdasarkan berbagai metrik, kinerja Mandiri masih di bawah BCA dan BRI.

Pasar tampaknya telah mendiskontokan kinerja Mandiri menjadi valuasi saham BMRI yang lebih rendah dibandingkan kedua pesaingnya.

Padahal, dengan valuasi yang lebih rendah, berinvestasi di saham Mandiri menjadi peluang meraup untung di masa depan jika kinerja bank membaik.

Trennya, kinerja Mandiri terus membaik dari tahun ke tahun, dari triwulan ke triwulan. Kesempatan untuk investasi jangka panjang.

BBNI

Saham BNI atau BBNI merupakan salah satu bank tertua di Indonesia dengan jaringan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

BNI merupakan salah satu bank ternama di segmen wirausaha menengah, UKM – UKM. Kalau BRI kuat di mikro, BNI kuat di segmen atas, yakni UKM.

Yang paling menarik adalah valuasi BNI yang merupakan yang termurah diantara 4 bank terbesar di Indonesia.

Murah, murah Betulkah, karena PBV BNI lebih rendah dari 1. Data awal Sept-2020 BNI PBV sebesar 0,83.

PBV di bawah 1 berarti harganya lebih rendah dari nilai aset perusahaan (setelah dikurangi kewajiban dan hutang). Misalnya anda punya tanah dengan harga pasar Rp. 1 milyar yang sekarang dijual dengan harga Rp. 800 juta.

Mengapa PBV BNI tergolong paling rendah?

Lagi-lagi pasar melihat kinerja BNI paling buncit dibandingkan 3 bank terbesar lainnya. Pasar menilai dengan cukup efisien.

Di hampir semua metrik indikator perbankan, BNI berada di bawah 3 bank lainnya.

Namun, jarang sekali bank besar seperti BNI dengan sejarah dan portofolio kredit terbesar ke-4 di Indonesia memiliki nilai PBV di bawah nilai bukunya.

Saat perekonomian kembali normal, peluang saham dengan PBV rendah akan melonjak paling besar.

Tips Investasi Saham Bank

Dari pengalaman saya, saya ingin berbagi beberapa tips berinvestasi saham di sektor perbankan.

  • Perbankan merupakan sektor yang menjanjikan di Indonesia. Pasar masih terbuka lebar karena rendahnya penetrasi perbankan di Indonesia.
  • Fokus pada 4 bank terbesar yang merupakan pemimpin pasar dan memiliki kinerja terbaik. Pasar perbankan oligopoli membuat bank-bank besar relatif sulit dikalahkan.
  • Bank-bank besar punya struktur permodalan yang kuatHal tersebut tercermin dari nilai CAR yang tinggi di atas 20%. Modal yang kuat membuat bank tahan terhadap badai dan krisis ekonomi
  • Jangan lupa untuk selalu diversifikasi investasi. Meski dalam beberapa tahun terakhir sektor perbankan mengalami kenaikan tertinggi di BEI, namun ke depan tidak ada jaminan bahwa kinerjanya akan sama.
  • Perhatian penilaian saham untuk memutuskan untuk membeli atau menjual saham. Namun valuasi yang paling murah belum tentu saham bank tersebut memiliki kinerja terbaik. Pasar cukup efisien dalam melakukan valuasi berdasarkan kinerja saham.

Kesimpulan

Perbankan merupakan salah satu sektor yang paling monumental di bursa efek Indonesia dengan pertumbuhan harga saham tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Ada peluang untuk meraup keuntungan dari saham bank.

Namun, karena kinerja masa lalu bukan jaminan kinerja masa depan, selalu pelajari, analisis dengan benar, dan diversifikasi investasi Anda.

Postingan Cara Menganalisis Saham Fundamental Bank BBCA BBRI BBNI BMRI muncul pertama kali di Duwitmu.com.