Apa itu Akses KSEI | Perlindungan Saat Sekuritas Saham Tutup Bubar

Bagaimana jika perantara pedagang efek ditutup, dibubarkan atau ditangguhkan lisensinya untuk dibekukan oleh OJK? Apakah saham dan uang pelanggan aman? Di sinilah peran KSEI. Kita harus tahu tentang Akses KSEI.

Baru-baru ini, saya membaca tentang rumor broker saham tertutup. Saya tidak tahu benar apa tidak, itu hanya rumor belaka.

Namun, yang kemudian membuat saya terkesima adalah apa yang akan terjadi pada pelanggannya, jika broker benar-benar berhenti beroperasi.

Saya bertanya-tanya jika pialang saham ditutup atau ditangguhkan dari operasi, apa yang akan terjadi pada pelanggannya.

Apakah saham dan uang pelanggan masih ada di broker hilang?

Inilah yang menjadi perhatian saya sebagai investor saham.

Dari riset dan bacaan di sana-sini, saya bertemu dengan lembaga pasar modal bernama KSEI. Perannya sangat penting dalam hal perlindungan konsumen di pasar modal.

Apa itu KSEI dan bagaimana fungsinya?

KSEI

KSEI - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
KSEI – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia

KSEI adalah singkatan dari Kustodian Sentral Efek Indonesia, yang merupakan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di Pasar Modal Indonesia.

Lembaga ini memberikan pelayanan jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi Efek secara tertib, adil dan efisien sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Desember 1997 dan memperoleh izin usaha pada tanggal 11 November 1998 KSEI merupakan Self-Regulatory Organization (SRO) bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal tahun 1992, "Kustodian adalah Pihak yang memberikan jasa kustodian atas Efek dan aset lainnya yang berkaitan dengan Efek dan jasa lainnya, termasuk menerima dividen, bunga dan hak lainnya, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya."

Sebagai kustodian, tugas KSEI adalah menyelamatkan saham milik investor yang melakukan transaksi jual beli di Bursa Efek Indonesia. Memisahkan saham dalam sub-akun, yang terpisah dari akun perantara untuk melindungi kepentingan investor.

Jadi, pada saat investor membeli saham, maka saham tersebut disimpan di KSEI sebagai kustodian sentral, kemudian pada saat saham tersebut dijual, saham tersebut diambil dari KSEI.

Tata Kelola Transaksi Saham

Untuk mengetahui perlindungan nasabah dalam bertransaksi saham, kita perlu memahami regulasi dan tata kelola yang ditetapkan oleh OJK (dahulu Bapepam) yang mengatur tentang perdagangan saham, khususnya mengenai pialang atau pialang efek dalam melakukan transaksi efek.

Dalam peraturan OJK atau Bapepam disebut sebagai surat berharga, bukan saham, karena surat berharga tidak hanya mencakup saham tetapi instrumen lainnya. Kalau bicara sekuritas, artinya saham termasuk di dalamnya.

Pialang saham dalam regulasi tersebut disebut sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE).

Biar saya jelaskan agar Anda tidak bingung karena bahasa hukum, regulasi, seringkali berbeda dengan istilah sehari-hari yang digunakan di pasar modal, padahal esensinya sama.

Berikut poin-poin penting dari Peraturan OJK yang mengatur tentang pialang saham dalam melayani nasabah dalam bertransaksi saham:

Buka Rekening Efek

Pialang harus menandatangani kontrak pembukaan rekening Efek dengan klien. Transaksi saham Efek untuk rekening nasabah tidak dapat dilakukan sebelum pembukaan rekening Efek atas nama nasabah yang bersangkutan.

Jadi untuk melakukan transaksi jual beli saham, nasabah harus membuka rekening di broker yang ditandai dengan kontrak antara nasabah dengan broker.

Sub-Rekening dan RDN

Seiring dengan pembukaan rekening efek, broker perantara pedagang efek diwajibkan untuk membuka Sub Rekening Efek di Kustodian (KSEI) dan membuka rekening dana (RDN) atas nama nasabah di bank untuk masing-masing nasabah.

Pialang juga diwajibkan menyediakan satu nomor identifikasi nasabah (Single Investor Identification) di KSEI kepada nasabah.

Dana Pelanggan

Dana milik nasabah harus disimpan secara terpisah di rekening bank masing-masing nasabah atas nama nasabah.

Disini fungsinya adalah RDN – Rekening Dana Nasabah – yang wajib dimiliki oleh setiap nasabah dan semua dana yang terkait dengan transaksi ditransfer melalui rekening ini.

Diperlukan atas nama pelanggan dan bukan atas nama broker.

Saham Milik Pelanggan

Efek milik nasabah harus disimpan tersendiri dalam Sub Rekening Efek di Kustodian untuk masing-masing nasabah atas nama nasabah.

Disinilah peran KSEI, setiap nasabah memiliki sub rekening di kustodian atas nama nasabah untuk menyimpan saham dan harus dipisahkan dari rekening lain, baik dari broker maupun nasabah lain.

KSEI harus memberikan akses kepada nasabah untuk dapat sewaktu-waktu melihat posisi dan mutasi saham yang dimiliki nasabah di setiap sekuritas.

Prosedur Transaksi

Dalam kontrak antara nasabah dengan perantara pedagang efek wajib mencantumkan klausul bahwa:

  • Efek dan / atau dana pada rekening Efek nasabah dapat digunakan sebagai jaminan untuk penyelesaian kewajiban hanya untuk pelanggan yang bersangkutan melawan Broker-Dealer
  • Perantara Pedagang Efek berhak membeli atau meminjam Efek atau menjual Efek lain milik nasabah untuk rekening Efek nasabah, dengan tujuan: menutup saldo negatif Efek yang tidak dibiayai oleh Perantara Pedagang Efek atau tidak cukup dijamin oleh klien;
  • Dari segi dana menunjukkan keseimbangan negatif dalam rekening Efek reguler nasabah, Perantara Pedagang Efek dapat: (1) menggunakan Efek yang ada di rekening Efek nasabah sebagai jaminan kredit dari bank atau lembaga keuangan lain; atau (2) melakukan penjualan paksa Efek tanpa persetujuan nasabah.

Artinya, sesuai kontrak, broker diperbolehkan mengakses dan menggunakan sekuritas dan atau dana di RDN untuk menyelesaikan kewajiban nasabah tanpa persetujuan nasabah, hanya saja. untuk menyelesaikan kewajiban pelanggan yang bersangkutan.

Itu sebabnya ketika nasabah tidak menyetorkan dana, broker bisa langsung menjual saham nasabah atau menarik dana dari RDN untuk pelunasan tanpa meminta izin nasabah lagi.

Sub Rekening KSEI

Saat nasabah datang ke rekening efek saham untuk membuka rekening guna melakukan transaksi jual beli saham, salah satunya dengan membuka sub rekening efek di KSEI.

Pihak sekuritas yang akan mengatur pembukaan sub rekening untuk nasabah di KSEI yang ditandai dengan pemberian SID – Single Investor Identification (SID) kepada investor dari KSEI.

Disebut "sub" karena rekening investor di KSEI menjadi bagian dari rekening efek.

Dengan nasabah yang memiliki rekening efek, maka proses penyelesaian transaksi pembelian saham dilakukan dengan cara pemindahbukuan antar rekening di KSEI, melalui Kustodian Sentral dan Book Entry Settlement System (C-BEST).

Bagaimana cara investor memantau status dan mutasi efek di KSEI?

Akses KSEI

KSEI telah mengembangkan sistem yang disebut "AKSes", dimana nasabah dapat memantau posisi dan mutasi Efeknya yang disimpan dalam Sub Rekening Efek di KSEI.

Manfaat Fasilitas AKSes KSEI bagi investor adalah sebagai berikut:

  1. Investor bisa mengakses data kepemilikan Efek dan mutasinya secara real time dalam Sub Rekening Efek yang disimpan di sistem KSEI (C-BEST) sampai dengan 30 hari terakhir.
  2. Mempermudah investor mengkonsolidasikan laporan portofolio lain miliknya tersebar di beberapa Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.
  3. Menumbuhkan kepercayaan dan rasa aman bagi investor berinvestasi di pasar modal dengan membuka Sub Rekening Efek yang dapat dimonitor langsung oleh pemodal sendiri.

Cara Mendaftar untuk Akses

Setelah memperoleh nomor SID efek, investor dapat langsung melakukan registrasi di AkSes dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Buka Situs AKSes https://akses.ksei.co.id/ dan klik tautan & # 39; Daftar & # 39; tombol yang terletak di kanan atas layar
  2. Pilih jenis pendaftaran: Perorangan Lokal.
  3. Isi data pada kolom berikut: Nama lengkap: masukkan nama lengkap Anda seperti yang tertera di KTP; NIK: masukkan Nomor KTP atau KTP Anda; Nomor handphone: masukkan nomor ponsel aktif Anda. Nomor ini digunakan untuk menerima kode OTP (kata sandi satu kali) untuk verifikasi akun Anda .; Surel: masukkan alamat email aktif Anda. Alamat email ini akan digunakan untuk memverifikasi akun Anda dan menjadi Nama Pengguna Anda untuk masuk atau membuat pengaturan terkait dengan akun Anda. Khusus untuk Investor perorangan lokal, Alamat email yang dimasukkan harus sama dengan alamat email yang terdaftar melalui Perusahaan Efek (broker) atau manajer investasi Anda.
  4. Setelah data terisi, klik & # 39; Next & # 39; untuk melanjutkan pembuatan akun.
  5. Klik & # 39; Aktifkan & # 39; untuk mengaktifkan akun Anda. Jika ada data yang ingin Anda ubah, klik & # 39; Kembali & # 39; untuk pergi ke halaman sebelumnya.
  6. Tautan (link) untuk verifikasi akun dikirim ke email. Jika hingga 15 (menit) Anda belum menerima email tersebut, klik & # 39; Kirim Ulang & # 39 ;.
  7. Buka kotak masuk email Anda, lalu klik link aktivasi di email dari [email protected]
  8. Setelah link diklik, jendela browser baru akan terbuka yang akan langsung menampilkan halaman untuk menentukan kata sandi akun Anda. Tentukan kata sandi akun di kolom yang tersedia. Kata sandi harus terdiri dari minimal 8 (delapan) digit dan harus mengandung huruf kecil, huruf besar, angka, dan karakter khusus.
  9. Klik & # 39; Aktifkan Akun Saya & # 39; untuk mulai mengaktifkan akun.
  10. Akun AKSes Anda sudah aktif. Klik tombol Beranda untuk kembali ke beranda dan masuk ke aplikasi menggunakan Nama Pengguna (email) dan kata sandi (kata sandi) Anda.

Akses ke Pantau Portofolio Saham

Setelah memiliki akun AkSes, investor dapat memantau status portofolio sahamnya sendiri dan melakukan pengecekan silang dengan data dari sekuritas.

Fitur-fitur di AkSes dapat melihat berikut ini:

  • Saldo Efek, adalah saldo kepemilikan efek ekuitas – termasuk saham (ekuitas), waran dan hak – yang disimpan di Perusahaan Efek (broker) atau Bank Kustodian Anda masing-masing.
  • Saldo kas per bank, adalah saldo kepemilikan dana yang disimpan di masing-masing Bank RDN (Rekening Dana Nasabah).
  • Saldo Reksa Dana per Manajer Investasi, adalah saldo kepemilikan Unit Penyertaan Reksa Dana yang dikelola di masing-masing Manajer Investasi (MI) Anda.
  • Bagikan Rincian Kepemilikan: Tanggal kepemilikan, rincian kepemilikan saham per rekening, total investasi: menampilkan total nilai nominal Efek dan kepemilikan dana dalam rupiah
  • Taksiran Untung / Rugi: menampilkan perkiraan kalkulasi untung / rugi berdasarkan data yang dimasukkan oleh pengguna di fitur Kalkulator Investasi.
  • Rincian Saldo dan Pergerakan Harga, dapat melihat detail saldo kepemilikan masing-masing saham, serta data historis pergerakan harga saham tersebut.
  • Permintaan Efek / Mutasi Dana, dapat melihat mutasi saham dan dana di setiap rekening efek di masing-masing broker
  • Aksi KorporasiUntuk setiap saham yang dimiliki pelanggan, ia bisa melihat aksi korporasi, seperti pembagian dividen.

Dengan AKSes, nasabah dapat melihat total nilai investasi di pasar modal yaitu saham, reksa dana, obligasi setiap harinya.

Untuk urusan investasi saham di beberapa broker, AKSes KSEI sangat terbantu karena menyediakan rekap saldo total, sehingga tidak perlu menghitung dan menggabungkan setiap broker.

Rincian saham yang dimiliki nasabah di masing-masing broker juga terdapat di AKSes, yang dapat dilihat dan dicek silang apakah sesuai dengan laporan yang diterima dari broker tersebut.

Begitu juga dengan saldo uang di RDN di masing-masing bank.

Pergerakan saham juga dilaporkan sehingga nasabah dapat melihat perubahan kepemilikan saham dan saldo RDN.

Cara Menggunakan AKSes KSEI

Perkiraan biaya: Rp

Waktu yang Dibutuhkan: 45 jam 00 menit

Langkah dan Cara Penggunaan AKSes KSEI

  1. Unduh Aplikasi AKSes KSEI

    Download aplikasi AKSes KSEI di Google PlayStore dan Apple IOSAKSES KSEI

  2. Masuk AKSes

    Masuk ke aplikasi AKSes, Isikan User ID dan PasswordAKSES KSEI

  3. Fitur AKSes

    Banyak hal yang bisa dilakukan dengan Aplikasi AKSes KSEIAKSes KSEI

  4. Neraca Investasi Saham

    Saldo Portofolio Saham, Reksa Dana dan Efek Lainnya

  5. Rincian Pialang Efek

    Rincian kepemilikan saham, reksa dana, dll. Di setiap broker AKSes KSEI

  6. Mutasi Jual Beli Saham

    Lihat perubahan posisi saham, reksa dana, dan sekuritas lainnya.AKSes KSEI

  7. Aksi Korporasi

    Pantau aksi korporasi, misalnya untuk dividenAKSes KSEI

  8. Kartu AKSes KSEI

    Kartu AKSes diberikan secara online.AKSes KSEI

  9. Kontak CS di Aplikasi

    Anda bisa menghubungi CS langsung di aplikasi AKSesAKSes KSEI

Alat
  • Aplikasi AKSes KSEI
Bahan
  • Ponsel

Perlindungan Konsumen

Bagaimana jika efek ditutup, dibubarkan atau dibekukan oleh OJK?

Sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK, saham dan dana nasabah disimpan dalam rekening tersendiri. Klausul ini ada dalam kontrak pembukaan rekening efek antara klien dan broker.

Karena akun klien terpisah dari akun pialang, menutup pialang seharusnya tidak menyebabkan klien kehilangan uang dan saham. Uang dan saham disimpan dalam kepemilikan pelanggan.

Untuk memastikan uang dan saham disimpan terpisah dari rekening perantara pedagang efek, nasabah harus melakukan pengecekan secara berkala di KSEI Access.

Tujuan pemeriksaan Akses KSEI adalah:

  1. Pastikan bahwa laporan broker kepada nasabah sesuai data di KSEI sebagai kustodian. Jika ada perbedaan, pelanggan bisa langsung menindaklanjutinya.
  2. Melindungi pelanggan dari insiden penutupan atau penangguhan sekuritas atau broker, karena uang dan saham disimpan terpisah sebagaimana tercermin dalam laporan KSEI.

Dengan adanya penyetoran tersendiri di KSEI pada rekening atas nama nasabah, nasabah dapat dengan mudah meminta transfer efek, jika merasa keamanan yang ada saat ini tidak sesuai.

Bagaimana Jika Kustodian KSEI Gagal

Padahal dari uraian di atas, mekanisme perlindungan konsumen telah dirancang sedemikian rupa untuk melindungi nasabah & # 39; saham, dengan kewajiban menyimpannya di KSEI dalam rekening tersendiri, selalu ada kemungkinan ada pihak yang melakukan penipuan sehingga dana dan saham nasabah tidak dapat diambil dari Kustodian (KSEI).

Menghadapi kemungkinan tersebut, peraturan tersebut mengatur bahwa setiap aset investor dilindungi dengan pembentukan Dana Perlindungan Investor oleh Dana Perlindungan Investor Sekuritas Indonesia (SIPF).

SIPF Indonesia adalah perusahaan yang menyelenggarakan program Dana Perlindungan Investor, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kriteria Perlindungan

Penyelenggara Dana Perlindungan Investor melakukan aktivitas untuk menangani klaim Investor yang kehilangan nasabah dengan kondisi sebagai berikut:

  1. Ada kerugian aset investor
  2. Kustodian tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan Aset Investor yang hilang
  3. Bagi Kustodian berupa Perantara Pedagang Efek yang menatausahakan Efek dinyatakan tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya dan dianggap dicabut izin usahanya oleh OJK; atau
  4. Bank Kustodian dinyatakan tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya sebagai Bank Kustodian dan OJK akan mencabut persetujuan Bank Umum sebagai Kustodian.

Berapa banyak yang dicakup oleh SIPF?

Perlindungan Maksimal

Dalam brosurnya, SIPF menjelaskan bahwa SIPF Indonesia akan mengganti aset yang hilang maksimal Rp 100 juta per investor dan Rp 50 miliar per kustodian.

Kesimpulan

Bagaimana jika broker tempat kita meletakkan investasi saham kita ditutup atau dibekukan oleh OJK?

Jangan khawatir karena sesuai peraturan OJK, broker harus menempatkan uang dan saham nasabah pada rekening tersendiri di KSEI, sehingga jika terjadi sesuatu pada sekuritas, maka saham dan uang nasabah akan hilang. aman.

Untuk memastikan penempatan saham dan uang di rekening terpisah, nasabah wajib melakukan pengecekan berkala ke KSEI melalui aplikasi AkSes untuk memantau status kepemilikan saham dan saldo uang nasabah.

AKSes KSEI gratis dan wajib diberikan kepada setiap nasabah yang membuka rekening efek di broker untuk transaksi saham.

Postingan Apa Itu Akses KSEI | Perlindungan Ketika Saham Tutup Dibubarkan muncul pertama kali di Duwitmu.com.